Friday, February 18, 2011

Membuat OS dengan Multiple Boot StartUp

Dewasa ini, dengan makin besarnya kapasitas penyimpanan untuk komputer kita maka memungkinkan untuk menginstal OS lebih dari satu. Misalnya saja kita melakukan multimedia, gaming, dan pekerjaan office sehari-hari menggunakan Windows XP sedangkan untuk keperluan lain misalnya networking (apabila anda seorang network admin) lebih baik menggunakan varian dari Linux atau OS UNIX lainnya.

Nah gimana sih caranya biar kita bikin multiple OS di kompie??
Untuk kostumisasi menu multiboot anda dapat mengedit file boot.ini yang secara default terletak di folder C:\ atau di folder anda menginstall Operating System. Dalam file boot.ini dijelaskan mengenai variasi opsi startup, termasuk jangka waktu display menu, operating system default, dan fitur lainnya. Dengan menggunakan multiboot anda bisa menggunakan dua atau lebih startup option operating system, misalnya saja yang satu digunakan untuk melihat bagaimana masalah startup yang dihadapi sedangkan yang satunya dijalankan pada pilihan Safe Mode.

Berikut cara-caranya:

Langkah 1: Edit file boot.ini
File boot.ini merupakan hidden system file yang terletak di folder C:\, untuk mengeditnya pertama anda harus memunculkan file tersebut dengan masuk ke Windows Explorer, kemudian pilih View -> Tools -> Folder Options -> View dan pilih radio button Show Hidden Files and Folders. Selanjutnya untuk dapat memulai proses edit, klik kanan pada file tersebut dan pilih Properties, hilangkan tanda ceklis pada Read-Only. Kemudian anda buka file tersebut dalam Notepad atau text editor lainnya, seperti contoh file boot.ini dibawah ini:

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Microsoft Windows XP Home
Edition" /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINNT="Windows 2000 Professional"
/fastdetect

Berikut cara mengeditnya:

[boot loader]

Bagian ini mengatur bagaimana proses booting dilakukan, operating system apa yang jadi default OS, dan jangka waktu user dapat memilih startup dari menu booting jika dimungkinkan. Nilai timeout (dalam detik) digunakan untuk mengatur lamanya user dapat memilih menggunakan OS yang mana sampai computer loading OS default. Sebagai contoh jika ingin menu startup delay selama 30 detik maka masukan angka 30, jika default OS ingin langsung diload masukan 0, jika menu startup ingin tetap ada sampai user memilih menggunakan OS yang mana maka masukan -1. Nilai default digunakan untuk memilih OS yang mana yang menjadi default OS, default biasanya digunakan sebagai nilai acuan jika OS yang diinstal hanya satu. Untuk menggantinya kita tinggal mengubah data partisinya sesuai dengan OS yang ada di bagian [operating system], misalnya pada contoh diatas kita dapat mengubah nilai defaultnya menjadi, default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT

[operating system]
XP menggunakan ARC (Advanced Risc Computing) sebagai spesifikasi lokasi boot partisi, misalnya:

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS

parameter multi (identifikasi disk controller) harus 0, parameter disk juga harus 0, parameter rdisk menggambarkan jumlah hard disk dalam komputer yang memiliki partisi boot dengan nilai dimulai dari 0. Jadi jika kita memiliki 3 hard disk dengan partisi boot terletak di hard disk ketiga maka nilai rdisk adalah 2. Parameter partition menggambarkan jumlah partisi dalam partisi boot. Bagian \WINDOWS merupakan folder dimana OS diinstal.
Sedangkan untuk ="Microsoft Windows XP Home Edition" /fastdetect, pada bagian dengan tanda petik anda bisa mengubahnya dengan “OS punya Gwe” atau apapun sesuka anda karena bagian tersebut hanya digunakan untuk menampilkan pilihan OS pada menu startup. Jika menggunakan XP, bagian /fastdetect sangat berguna karena akan mematikan deteksi device serial atau paralel sehingga proses booting lebih cepat. XP tidak memerlukannya karena deteksi device dilakukan melalui fitur plug and play.


Langkah 2:Membuat Boot StartUp
Kita dapat membuat startup pada komputer misalnya untuk mendeteksi masalah pada komputer, atau yang berjalan pada safe mode.
Untuk mengidentifikasi masalah startup komputer misalnya kita dapat membuat startup seperti berikut ini:

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Trace Problems XP Home Edition"
/fastdetect /bootlog /sos

Boot diatas akan membuat boot log dan menampilkan informasi mengenai driver dan informasi operating system lainnya.

Untuk membuat boot yang akan berjalan pada safe mode namun dapat melakukan networking kita dapat membuat entry berikut ini:

multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Safe Start XP Home Edition" /
fastdetect /safeboot:network

maka hasilnya akan menjadi seperti berikut ini:

[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Microsoft Windows XP Home
Edition" /fastdetect
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Trace Problems XP Home Edition"
/fastdetect /bootlog /sos
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS="Safe Start XP Home Edition" /
fastdetect /safeboot:network


SELAMAT MENCOBA!